Dasar – dasar seksual :
¢ Seksualitas
yang berkesinambungan
¢ Variasi dan
kontinuitas
¢ Kelenturan
dorongan seks
¢ Seksualitas
yang berkesimbungan
Yang menjamin asosiasi yang berkesinambungan dari
kedua jenis. .
¢ Variasi yang
kontinuitas
Yang memungkinkan persekutuan seksual yang lestari.
Yang bertentangan dengan keinginan akan kontinuitas.
¢ Kelenturan
dorongan seks
Dengan interese seks yang disalurkan melalui suatu
pola yang dibentuk masyarakat sebagai pola yang “normal”.
¢ PERBEDAAN SEKS
Perbedaan perilaku pria-wanita diantara manusia
didasarkan pada biologi.
Konsepsi seksualitas yang berubah
Ideologi romantis – tradisional
Peran jenis harus jelas dan saling tergantung dengan peran jenis pria
sebagai yang unggul.
|
Ideoogi naturalistis – modern
Peran jenis harus sama untuk pria dan wanita dan harus meningkatkan
partisipasi persamaan hak dalam masyarakat.
|
Seksualitas yang terpusat pada tubuh harus dihindari oleh kaum
wanita.
|
Seksualitas yang terpusat pada tubuh kurang berharga dibandingkan
dengan seksualitas yang berpusat pada pribadi.
|
Seksualitas merupakan emosi yang sangat kuat dan haruslah dihindari
oleh wanita.
|
Emosi seseorang kuat, tetapi dapat dikendalikan baik oleh pria maupun
oleh wanita dengan cara yang sama.
|
Tujuan utama seksualitas adalah senggama heteroseksual dan kenikmatan
pria adalah yang terutama.
|
Tujuan utama seksualitas adalah kenikmatan badani dan kemesraan
psikologis dalam berbagai perilaku seksual.
|
Kasih sayang menyelamatkan seksualitas dari rasa bersalahnya,
terutama untuk wanita.
|
Wawasan seksualitas yang luar harus diterima tanpa ada rasa salah olh
kedua jenis.
|
Faktor – faktor dalam perubahan peran seks
¢ Menurunnya
kepercayaan seksis
¢ Perubahan
peran tugas
¢ Gerakan yang
terorganisasi.
Menurunnya kepercayaan seksis
Seperangkat perbedaan seks yang bersifat bawaan dalam
kemampuan dan batasan-batasan yang tidak lagi diyakini oleh orang
barpendidikan.
Perubahan
peran tugas
Nilai
pekerjaan yang dikerjakan seseorang selalu dikaitkan dengan status dan
kekuasaannya.
Gerakan yang
terorganisasi
Berbagai
program tindakan afirmatif berusaha menerapkan perundang-undangan yang ada
sementara dorongan terhadap equal rights amandemen berusaha melengkapi
penghalang legal terhadap diskriminasi seks.
Analisi marxis
tehadap seksisme
¢ Marxis
memandang paham seksisme sebagai suatu bentuk eksploitasi kelas, dengan
persamaan seks yang tidak mungkin tercapai tanpa persamaan ekonomi.
Kecenderungan masa depan
¢ Dorongan
menuju persamaan seks akan bertahan dan berkelanjutan.
0 komentar:
Posting Komentar